Rabu, 27 November 2013

Diposting oleh Unknown di 03.01 0 komentar

Masih Perlukah Menyadarkan Kepedulian terhadap Sesama?


Bila diperhatikan dengan baik, jarang sekali masyarakat kota jaman sekarang yang peduli entah dengan lingkungan atau dengan orang lain. Walaupun ada mungkin hanya sepuluh diantara seribu orang yang peduli. Sebenarnya apa sih penyebabnya? Nah, dalam kesempatan menulis kali ini saya akan mencoba membagikan penyebab ketidakpedulian masyarakat kota menurut pandangan dan pengamatan saya.
1. Gengsi
Dilihat-lihat orang kota itu aneh ya?Berbuat baik aja gengsi. Takut dibilang sok baik lah, sok peduli lah. Baru dibilang begitu udah menciut, langsung gajadi. Dan ketika hal ini terjadi berkali-kali, lama kemudian orang baik yang dihasut temannya pun malas untuk peduli.
2. Individualis
Mungkin yang satu ini adalah sifat yang sebenarnya bukan sifat dasar manusia, akan tetapi dapat berubah karena tuntutan lingkungan sekitar tempat hidup. Di kota besar, tentu saja setiap orang memiliki prioritas bekerja untuk memperoleh penghasilan yang besar. Dapat diakui semangat dan daya juang nya tinggi, akan tetapi prioritas juang mereka bukan untuk orang yang tidak dekat dengan mereka melainkan untuk orang terdekat dan tersayang seperti keluarga. Di luar itu mereka tidak akan peduli. Niatnya mungkin baik, “membahagiakan keluarga” tetapi kita hidup di dunia ini kan tidak selamanya dengan keluarga, tentu ada interaksi dengan masyarakat luar walaupun dalam pikiran kita mereka tidak berarti untuk kita. Berbeda dengan di desa yang masyarakatnya sangat akur, suka bergotong-royong dalam setiap ada kesempatan. Tidak peduli mereka adalah keluarga atau bukan, tetapi masyarakat desa lebih menganggap tetangga adalah bagian dari hidup mereka. Walaupun tidak dapat dikatakan akur semua, at least masyarakat desa lebih punya jiwa sosial yang baik. Kenapa saya dapat berkata demikian? Ya karena saya tinggal di desa selama 11 tahun.
3. Pendidikan rendah?Mana mungkin
Pengecualian untuk masyarakat yang kurang mampu, pendidikan rendah mungkin saja menjadi penyebab. Karena kurangnya pendidikan, mereka tidak memiliki panutan yang baik karena mungkin saja sulit bagi mereka untuk membedakan yang mana yang real baik dan mana yang real buruk. Sehingga mereka menilai warga yang kaya adalah warga yang berpendidikan dan dapat dijadikan panutan dalam bertindak. Masalahnya, yang berpendidikan aja belum tentu benar, pintar mungkin dapat tapi hati?Hanya orang yang bersangkutan dan Tuhan lah yang tahu. Untuk warga yang mampu ke atas tidak sulit untuk mendapat pendidikan yang tinggi atau bahkan sampai melanjutkan pendidikan di negeri seberang itu semua adalah hal mudah. Kembali lagi ke hati, hati manusia itu sulit di tebak. Apakah mereka berpendidikan untuk memajukan diri sendiri atau bangsa dan tanah air? Jika hanya sebatas memajukan diri sendiri, apapun pasti akan dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Mudah saja, dengan mencontek, membeli soal karena mereka memiliki uang semuanya beres. Jadi untuk saat ini, pendidikan tinggi tidak menjamin kepandain dalam mengolah hati.
Diposting oleh Unknown di 02.46 0 komentar
Etika Umum Orang Jepang yg perlu kita tahu 

Bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat sopan dan perasa sehingga etika adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Walaupun mereka tidak mengharapkan orang luar Jepang mengikuti kebiasaan mereka sepenuhnya, tetapi usaha untuk mengikuti tata-krama Jepang akan sangat dihargai.

MEMBUNGKUK:
Meskipun mengucapkan salam sambil membungkuk adalah hal yang amat sering kita temui diantara orang-orang Jepang, tapi bagi orang luar negeri, jabatan tangan waktu berkenalan juga sering digunakan, diikuti dengan anggukan yang sopan. Sikap semakin membungkuk menunjukkan derajat hormat seseorang.

KARTU NAMA :
Berkenalan dengan orang Jepang sering dimulai dengan saling bertukar kartu nama, terutama bagi bisnisman. Dalam kartu nama biasanya tercantum nama, posisi dan alamat. Waktu menerima kartu nama pada pertemuan formil, pelajarilah secara seksama kartu nama yang diterima dan letakkanlah secara hati-hati diatas meja. Jangan sekali-sekali memberikan coretan pada kartu nama orang lain apa lagi memasukkannya ke kantong celana belakang. Ini adalah tindakan yang sangat merendahkan.

HADIAH :
Dalam kehidupan sosial bangsa Jepang, memberi dan menerima hadiah adalah bagian yang penting. Hadiah biasanya tidak langsung dibuka di hadapan pemberi hadiah.

CARA DUDUK :
Dalam ruangan tatami biasanya tidak terdapat kursi atau bangku. Tata-krama Jepang mengharuskan pria/wanita duduk dengan kaki dilipat dalam suasana formil. Setelah beberapa saat, bila kaki kita sudah terasa kesemutan, wanita dapat duduk menyamping dan pria dapat duduk bersila.

MASKER :
Gunakanlah masker waktu terserang influensa, supaya tidak menularkan penyakit itu kepada orang lain. Sebab itu di jalan-jalan akan sering kita temukan orang-orang Jepang yang bermasker.

AJAKAN DATANG KE RUMAH
Kalau mendapatkan ajakan main ke rumah (asobini kite kudasai) untuk pertama kali, sebaiknya kita menolak dengan mengucapkan terima kasih. Seringkali ajakan tersebut bukan ajakan yang sebenarnya. Apabila tuan rumah memang serius hendak mengundang, maka ia akan mengulangi ajakan tersebut. Untuk yang ketiga kalinya, barulah kita menerima ajakan atau undangan main tersebut dengan membuat janji.

BERKUNJUNG :
Bila tuan rumah hanya mengundang satu orang saja, maka sebaiknya tidak mengajak teman waktu berkunjung. Bawalah sekedar oleh-oleh, ketuklah pintu tidak lebih dari 2 kali, kalau tidak terdengar ulangi sekali lagi. Tinggalkan sepatu yang kita pakai dalam keadaan terjejer rapi, dan untuk pelayanan kepada tamu biasanya nyonya rumah akan merapikan dan letak sepatu kita menghadap ke luar rumah agar kita dapat segera menggunakannya kembali saat meninggalkan rumah.

TOILET :
Apapun jenisnya tidak tersedia gayung ataupun ember untuk menyiram di dalam toilet. Gunakanlah kertas toilet yang tersedia untuk membersihkan diri, sehingga tidak membasahi toilet yang biasanya selalu dalam keadaan kering.

MENJADI TETANGGA BARU

Ketika baru saja menempati rumah atau apartment baru, sebaiknya menyempatkan diri memperkenalkan diri kepada tetangga. Kalau bisa, dengan membawa hadiah seperti handuk atau sabun yang dibungkus rapi. Utamakan tetangga bawah dulu, kemudian tetangga kanan dan kiri. Alasannya, tetangga bawah kita adalah tetangga yang kemungkinan besar paling terganggu dengan suara-suara ketika kita sedang mengatur barang-barang pindahan
 

just a blog. not real. Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review